Month: June 2018

Tahun Ini Pegawai Honorer Juga Akan Terima THR

Momen Idul Fitri alias Lebaran tentu adalah salah satu yang begitu dinantikan para Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, Polri dan pensiunan. Sesuai dengan hukum negara, keempat golongan itu bakal berseri-seri di saat Lebaran tiba karena mereka akan memperoleh Tunjangan Hari Raya (THR). Namun di saat mereka bahagia, nasib berbeda biasanya dialami tenaga honorer.   Meskipun memiliki pekerjaan yang tak berbeda jauh dengan PNS, tenaga honorer biasanya memperoleh gaji yang tak sebanding. Jangankan mendamba THR, gaji bulanan mereka saja biasanya di bawah standar. Namun tampaknya dalam Lebaran tahun ini, para pegawai honorer bisa ikut tersenyum lebar. Karena pasalnya honorer akan juga merasakan THR.   Kabar ini diungkapkan sendiri oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Melalui akun Facebook resminya, Sri Mulyani membeberkan bahwa THR akan diberikan kepada pegawai honorer alias non-PNS di tingkat pusat yang ada di kementrian dan lembaga. Tak hanya itu saja, para honorer di pemerintah daerah dan guru-guru daerah juga bakal mencicipi manisnya THR, seperti dilansir Kompas.   Tentu saja THR yang dijanjikan ini jelas memberikan masa depan yang cukup cerah pada pegawai honorer. Seperti yang sudah diketahui, sejauh ini pegawai honorer memang seolah dianaktirikan oleh pemerintah dan tak mendapatkan upah yang cukup layak. Mereka bahkan terkatung-katung akan nasib mereka yang cukup memprihatinkan.   Menkeu Jelaskan Aturan THR Untuk Honorer   Sama seperti besaran THR pada PNS, pegawai honorer juga akan mendapat THR sebesar satu bulan gaji. Untuk tenaga honorer alias pegawai kontrak di instansi pusat bakal mencakup sekretaris, satpam, pengemudi, petugas kebersihan dan pramubhakti. Untuk anggarannya sendiri bahkan sudah diatur dalam alokasi DIPA setiap kantor pada Belanja Barang Operasional Perkantoran dengan keseluruhan totalnya mencapai Rp 440,38 miliar.   Tak cuma para pegawai kontrak di instansi pusat, beberapa pegawai non-PNS yang diangkat melalui SK Menteri oleh Pejabat Kepegawaian juga bakal mendapat THR. Beberapa di antaranya seperti dokter PTT, bidan PTT dan tenaga penyuluh KB. Sementara untuk PNS dan non-PNS di daerah hanya akan diberikan sejalan dengan kebijakan dan peraturan prediksi bola yang berlaku sesuai dengan kemampuan keuangan daerah masing-masing.   Lalu untuk tenaga outsourcing seperti cleaning service dan supir, pihak yang wajib memberikan THR adalah perusahaan di mana kedua profesi itu terdaftar. Dan terakhir untuk THR para guru, ditetapkan tidak termasuk Tunjangan Profesi Guru (TPG) atau Tunjangan Khusus Guru (TKG) di daerah terpencil. Hanya saja dalam prakteknya, Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) kepada para guru honorer ini diberikan sesuai dengan pertimbangan obyektif yang berdasarkan kemampuan keuangan daerah dan persetujuan DPRD.   Menpan RB Justru Sebut Honorer Tak Dapat THR   Penjelasan THR pada pegawai honorer yang diungkapkan Menkeu ini seolah membalikkan pendapat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur. Karena sebelumnya Asman berpendapat bahwa tenaga honorer tak akan memperoleh THR lantaran sesuai dengan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Lantaran pemberian THR untuk honorer tak diatur dalam UU itu, Asman berdalih enggan memberikan keputusan. Untuk pencairan THR tahun 2018 ini, akan dilakukan di awal bulan Juni dengan total anggaran pemerintah mencapai Rp 35,76 triliun. Pengeluaran ini lebih besar 68,9% dari tahun lalu karena saat ini para pensiunan akan mendapatkan THR juga.

Mengenang Sastrawan Danarto

Balai Soedjatmoko Surakarta akan menggelar acara bertajuk “Membaca Danarto” untuk mengenang kepergian salah satu pujangga sastra di tanah air yang akibat kecelakaan di bulan april lalu. Pada gelaran tersebut 9 buku buah karya Danarto akan diulas oleh 9 pengoceh. Memang tak berlebihan bila menyebut sastrawan kelahiran Sragen 27 juni 1940 tersebut sebagai maestro. Berbagai karyanya begitu dominan membawa dampak bagi para penulis lain pada masanya.   Gelaran sastra untuk mengenang 9 karyanya  yang terpopuler Karya penulis yang berpulang pada usia 77 tahun tersebut seolah tak habis dibahas dalam 20 tahun atau mungkin lebih. Berbagai penghargaan yang menunjukkan kompetensi istimewanya dalam bidang sastar menjadi bukti, contohnya cerpen Rintik yang sukses menyabet Hadiah Horison tahun 1968, Adam Ma’rifat (kumpulan cerpen) yang memenangkan Hadiah Sastra Dewan Kesenian Jakarta 1982 serta Hadiah Utama 1982, Berhala (kumpulan cerpen) yang berhasil meraih Hadiah Buku Utama Departemen P&K pada 1987, belum berbagai penghargaan internasional dari karya-karya sastranya.   Meninggalnya Danarto tak hanya membuat kota Solo yang sangat ia kenal setiap sudutnya berduka, tapi juga seluruh pegiat sastra di tanah air. Diskusi Kecil Pawon dan Kamar Kata Karanganyar penggagas gelaran sastra di bulan ini mengenang kembali sastrawan tersebut dengan mengulas 9 buku karyanya, yaitu Asmaraloka, Setangkai Melati di Sayap Jibril, Gergasi, Ikan-Ikan dari Laut Merah, Gerak-Gerak Allah, Berhala, Godlob, Adam Makrifat, dan Orang Jawa Naik Haji. Beberapa dari karya sastra tersebut selama ini terus dicetak ulang.   9 pengoceh yang disinggung di atas dan akan membicarakan 9 karyanya adalah Yuditeha, Yudi Agusta Akhir, Ruli. R, Rizka Nur Mualifa, Rahmat Hidayat Mustamin, Han Gagas, Bunga Hening Maulidina, Andri Saptono, dan Aji Ramadhan. Sebagai penulis prosa dan puisi ke-9 pengoceh tersebut akan membahas karya-karya Danarto dalam sudut pandang mereka.   Fakta tentang sastrawan Danarto Pasca kematiannya social media ramai dengan berbagai komentar ungkapa duka cita. Penyebab kepulangan sastrawan tersebut ke Rahmatullah adalah ditabrak oleh sepeda motor kala hendak menyebrang di daerah Ciputat, Tangerang Selatan. Untuk lebih mengenal sastrawan legendaries tersebut, berikut ini adalah fakta-fakta tentangnya.   Orang tua adalah pedagang dan buruh pabrik Siapa sangka bahwa kehidupan Danarto kecil yang penuh keterbatasan membuatnya menjadi salah satu  sastrawan paling populer di Indonesia. Beliau lahir pada 27 juni 1940 sebagai putra keempat dari lima bersaudara dari pasangan Siti Aminah dan Djakio. Sang ibu adalah pedagan eceran yang berjualan di pasar kabupaten, sementara sang ayah adalah buruh pabrik gula Modjo. Pada 1 januari 1986 ia menikah dengan Zainab Luxfiati yang berprofesi sebagai psikolog dan bercerai 15 tahun kemudian setelah berumah tangga selama 15 tahun.   Berkesenian sejak muda Setelah lulus  dari SMA  beliau melanjutkan studinya ke Sekolah Tinggi Seni Rupa  Indonesia yang sekarang menjadi ISI (Institut Seni Indonesia). Selain kuliah  ia juga aktif berkesenian dalam Sanggar Bambu di bawah bimbingan pelukis Sunarto Pr. Danarto juga bermain teater di sanggar Sardono dan sempat mengikuti tour teater ke Asia dan Eropa Barat pada tahun 1974. Tak hanya menulis, Danarto juga ahli dalam pementasan teater hingga melukis. Beberapa kota raja poker pernah menjadi penyelenggaraan pameran lukisannya juga menjadi penata artistik pada lakon  Oedipus yang disutradarai W.S Rendra. Godlob Salah satu karyanya yang cukup populer bahkan hingga tingkat internasional adalah Godlob (kumpulan cerpen, 1975) disamping karya-karya lainnya, yaitu naskah drama Owok-Owok, Ebrek Ewek-Ewek (1976), Kacapiring (2008), dan 9 karya bukunya di atas. Beberapa cerpen karya Danarto telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Harry Aveling pada buku Abracadabra dan From Surabaya to Armagedon di Singapura pada 1978.   Prestasi sastra di tingkat internasional Sepanjang kariernya sebagai penulis dan seniman, Danarto berkesempatan menyambangi berbagai Negara untuk mengikuti kongres, kursus penulisan, seminar, dan lain-lain. Beberapa Negara dimaksud adalah Iowa City USA, Rotterdam Belanda, hingga Kyoto Jepang.