Month: May 2018

Sandi Menduga Pesta Rakyat Monas Tidak Sesuai Perijinan

Sandiaga Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta, menduga adanya unsur politik yang ada di balik kegiatan Pesta Rakyat yang berlangsung di Monumen Nasional (Monas) yang digelar pada hari Sabtu (28/4) pekan yang lalu. Oleh sebab itu, Sandi memiliki rencana memanggil panitia penyelenggara dari Forum Untukmu Indonesia pada hari ini, Senin (30/4). Akan Temui Panitia Penyelenggara "Saya sendiri dikasih tau kalau yang Monas ada kemungkinan itu belakangnya politik juga. Jadi ya ini mau dicek juga," ungkap Sandi yang ditemui di Balai Kota, Jakarta, pada hari Senin (30/4). Pertemuan tersebut rencananya bakal dilakukan di Balai Kota Jakarta pada sore hari ini. Sandi ingin meminta penjelasan tentang acara itu. Sandi juga bakal memanggil satuan kerja pemerintah daerah atau SKPD tentang untuk menjelaskan terkait pemberian izin acara tersebut. "Tidak boleh ada kecolongan kegiatan yang mana tak sesuai aturan," imbuhnya lagi. Ia pun menyesalkan adanya perbedaan konsep acara yang ada di lapangan dengan izin yang diajukan sebelumnya. Mereka mengajukan izin untuk bisa menyelengarakan acara bertema seni budaya ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta. "Ternyata, ada pembagian sembako, lebih dari 400 ribu sembako. Kami memastikan Monas tak terkontaminasi kegiatan politik," ungkapnya. Acara  Sempat Ricuh Sebelumnya, kericuhan terjadi ketika pesta rakyat dengan tajuk 'Untukmu Indonesia' yang berlangsung di Monumen Nasional pada hari Sabtu (28/4) kemarin. Acara besar ini pasalnya dihadiri oleh lebih dari seratus ribu orang. Mereka hadir guna mendapatkan sembako gratis yang mana dibagikan pihak panitia dan akhirnya berujung kericuhan. "Massa banyak sekali seperti itu, kan kita sudah bilang (harus) teratur, tapi ya namanya masyarakat tetap saja ingin segera duluan di depan. Ya kita mesti maklum lah. Begitulah warga kita, membludak. Makanya ya saya bilang, ini lah yang mesti kita pikirkan bagaimana warga kita bisa lebih tertib lagi seperti negara-negara maju," ujar salah satu panitia dari acara tersebut, Simon Simaremare, dikutip dari CNN Indonesia. Pada saat itu, acara berlangsung lebih ricuh. Melalui pengeras suara yang ada, unit pelaksana teknis atau UPT Monas menginstruksikan pada panitia dan juga warga untuk meninggalkan lokasi karena seluruh pagar akan segera ditutup. Acara yang digelar hampir seharian ni ni dihadiri oleh lebih dari 100 ribu pengunjung togel online yang datang dari area Jabodetabek. Beberapa di antaranya bahkan sempat pingsan. Dan sejumlah pengunjung juga ada yang menjadi 'emosi' karena tak juga mendapatkan makanan gratis meskipun mereka sudah antri. Menanggapi hal ini, Simon pun mengakui bahwa acara itu sempat agak tak tertib. Namun menurutnya, panitia telah merapihkan dan juga menambah petugas. Salah satu caranya dengan membuat pembatas tali supaya lebih teratur lagi. Tidak hanya ricuh karena berdesakan dan insiden pembagian makanan secara gratis, gelaran tersebut juga sempat membuat kemacetan yang parah pada ruas jalan yang ada di sekitar Monas. Bahkan acara tersebut menbuat TransJakarta melakukan pengalihan rute yang ada di beberapa koridor sebagai antisipasi. Tentang kemacetan panjang yang mana mengular tidak hanya di sekitaran Monas saja, bahkan juga dari arah Senen ke Salemba/Kampung Melayu dan juga Senen ke Cempaka Putih/Pulo Gadung itu, Simon mengatakan bahwa hal tersebut biasa saja terjadi. Ia mengaku bahwa karena hari itu ada ratusan ribu orang yang datang maka tentu memiliki dampak yang bikin macet.

Tersingkir Dari Liga Champions, Pep Guardiola Didakwa UEFA

Tersingkir dari kompetisi antarklub tertinggi di Eropa jelas bukan sesuatu yang diinginkan Manchester City. Di tangan Pep Guardiola, fans Citizens begitu menyimpan asa mengangkat trofi Si Kuping Lebar untuk kali pertama. Semakin membuat perih karena di dua leg babak perempatfinal, City jadi bulan-bulanan Liverpool. Di leg pertama mereka kalah telak 0-3 di Anfield dan di leg kedua, City dibuat malu dan kalah dengan skor 1-2 di hadapan pendukung mereka sendiri.   Penderitaan City seakan dilengkapi dengan sanksi yang dijatuhkan EUFA kepada Guardiola. Pelatih asal Katalunya itu mendapat dakwaan setelah diusir wasit ke bangku penonton kala City kalah 1-2 di leg kedua hari Rabu (11/4) dini hari WIB. Guardiola sendiri dituding melakukan dua pelanggaran togel hongkong yakni protes kelewat keras atas keputusan wasit yang menganulir gol Leroy Sane karena dianggap offise dan tetap melakukan komunikasi dengan pihak-pihak di bangku cadangan usai diusir.   Apa yang dilakukan mantan pelatih Barcelona itu jelas melanggar pasal 69 dalam regulasi UEFA, seperti dilansir Sky Sports. Nasib Guardiola sendiri akan ditentukan lewat sidang pada 31 Mei 2018 nanti. Kalau memang bersalah, maka Guardiola terancam sanksi dilarang menemani City dalam dua pertandingan musim depan.   Rekor Manchester City Yang Musnah   Apa yang dialami City di babak perempatfinal Liga Champions 2018 ini memang bak peribahasa karena nila setitik rusak susu sebelanga. Ya, tiga kekalahan yang didera City dalam satu pekan terakhir seolah menghapus rekor-rekor luar biasa mereka selama ini. Melangkah ke Liga Champions sebagai status unggulan karena raihan fantastis mereka di klub demostik, Guardiola mengajak anak asuhnya mengangkat dagu dengan permainan bola yang impresif, mematikan dan sangat menghibur.   Namun senyuman lebar Guardiola seolah pupus saat mengetahui jika lawan mereka di perempatfinal adalah Liverpool dengan Juergen Klopp di belakangnya. Bagi Guardiola, Klopp selayaknya batu kryptonite bagi Superman karena The Reds mungkin adalah satu-satunya klub yang tak bisa dimenangkan City. Dan ketakutan itu terwujud saat leg pertama mereka kalah 0-3 di Anfield.   Kekalahan itu menghantam mental pemain City yang membuat Guardiola menurunkan beberapa pemain pelapis saat menghadapi Manchester United di laga derby. Laga yang seharusnya jadi momen City mengunci gelar Liga Inggris itu justru berakhir kekalahan 2-3 di hadapan pendukung mereka sendiri. Bak luka yang belum kering, City kembali berhadapan dengan Liverpool di leg kedua perempatfinal Liga Champions dan kembali kalah menyesakkan lewat skor 1-2 di stadion Etihad.   Kemampuan City Masih Level Domestik   Penampilan memprihatinkan City di Liga Champions seolah membuktikan kalau klub yang dimiliki Khaldoon Al Mubarak itu masihlah belum bisa bersaing di level Eropa.Berjalan dengan penuh percaya diri di fase grup, City bahkan mampu menghasilkan 14 gol dan kebobolan 3 gol yang membuat mereka jadi juara grup.Namun perempatfinal adalah mimpi buruk bagi City yang membuat anggaran belanja pemain lebih dari GBP 284 juta (sekitar Rp 5,5 triliun)di musim panas 2017 dan musim dingin 2018 seolah sia-sia.   Membeli para pemain dengan budget fantastis sejak 2009, City justru cuma mampu memiliki dua trofi EPL, satu piala FA, tiga Piala Liga Inggris dan satu Community Shield. Apakah ini artinya selama sembilan tahun terakhir, kemampuan dan uang City cuma bisa sampai di level domestik saja?

Perasaan Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi Usai MotoGP Amerika Serikat

Jorge Lorenzo, pebalap Ducati, mengaku sedih karena dirinya tak bisa tampil kompetitif pada ajang MotoGP Amerika Serikat. Sementara itu, Valentino Rossi, pebalap Yamaha, mengaku kesulitan untuk menentukan sikap soal hasil dari ajang yang menempatkannya di posisi keempat tersebut. Lorenzo Merasa Sedih Lorenzo hanya mampu mengakhiri balapan di ajang MotoGP Amerika Serikat di posisi ke-11 dan berhak mendapatkan 5 poin dari seri ini. Sepanjang balapan berlangsung, sayangnya Lorenzo tidak bisa menaikkan posisinya ke lima besar. Bahkan ia bisa dikatakan kalah saing ketika berhadapan dengan Jack Miller, Aleix Esparago, dan Tito Rabat yang akhirnya berhasil finis di depannya. "Untuk saya, ini adalah jenis perlombaan yang amat sulit dilupakan. Saya amat kecewa dan juga sedih," katanya ketika ditanyai soal ini. "Saya tak mampu menyudahi dengan kecepatan yang kompetitif," imbuhnya seperti dilansir dari CNN Indonesia. Kepercayaan diri Lorenzo menjelang musim MotoGP 2018 yang tengah bergulir ini seketika sirna. Ia baru berhasil mengumpulkan 6 poin dari 3 seri awal, dan hal ini membuatnya tertinggal 40 poin dari sang pemuncak klasemen. Lorenzo juga pasalnya gagal finis dan akhirnya jatuh di MotoGP Qatar karena ia memiliki masalah dengan remnya. Sementara itu, di ajang MotoGP Argentina, ia juga belum mampu bersaing dan mesti puas saja duduk di posisi ke-15. Sebelum MotoGP 2018 ini digelar, Lorenzo sendiri mengakui ia menghadapi musim ini dengan cukup percaya diri. Hasil yang bagus du paruh akhir MotoGP 2017 dan proses adaptasi selama 1 tahun pasalnya menjadi alasan di balik kepercayaan dirinya. Namun dengan hasil buruknya ini, masa depannya di Ducati menjadi tidak pasti. Sekarang ia juga sering dihubungkan dengan Suzuki setelah musim ini usai. Valentino Rossi Senang dan Kecewa Sementara itu, Rossi berhasil finis di belakangnya Marc Marquez, Maverick Vinales, dan Andrea Lannone. Adanya tambahan 13 poin dari seri ini akhirnya membuatnya sekarang mengoleksi 29 poin, tertinggal sebanyak 17 angka dari sang pemuncak klasemen, Andrea Divisiozo. "Seri ini tak berjalan buruk. Ya bisa dibilang kami menjalani minggu yang positif, akan tetapi saya juga sedikit kecewa karena saya berharap dapat bertarung untuk memperebutkan podium," tutur Rossi yang dikutip dari CNN Indonesia. Ia mengaku bahwa Marquez dan juga Vinales memiliki kesempatan dan kecepatan Result hk yang lebih bagus dibandingkan dengan dirinya. Akan tetapi The Doctor berharap juga ia bisa  bersaing dengan Andrea Iannone. "Saya mencoba, tapi karena cuaca sangat panas, saya sangat kesulitan menghadapi kondisi ban depan. Ban depan saya juga sudah sampai batasnya dan motor bisa melaju lebih lambat lagi," katanya. "Saya tak bisa tetap mendekat kepada Andrea (Iannone) dan itu menyedihkan," imbuhnya. Hasil di 3 seri awal MotoGP 2018 yang mana didapat Rossi pasalnya lebih buruk dibandingkan catatan yang dibukukannya musim lalu. Akan tetapi Rossi menilai dirinya berada di dalam kondisi yang bagus. "Tahun lalu, di 3 seri awal saya sangat cepat. Saya bisa finis di podium secara konsisten dan juga memimpin kejuaraan. Namun saat tiba di Eropa, saya kesulitan. Jadi saya penasaran menanti apa yang terjadi karena saya merasa nyaman dengan kondisi motor sekarang ini," tukasnya. Ia pun tak lupa memberikan pujian pada Suzuki yang menuai hasil yang bagus lewat Alex Rins dan juga Ianone di 2 seri beruntun.